Wednesday, August 25, 2010

Ramadhan Datang Lagi, KISAH ANTARA CACING, BURUNG & MANUSIA

Bicara Hati :: ♥ HeRWaNa HeRMan ♥ On 1:43 AM No comments

Bila kita sedang mengalami kesulitan hidup krn dihimpit kesusahan, maka cubalah kita ingat pada burung & cacing.

Kita lihat burung tiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak terbayang sebelumnya ke mana & di mana ia harus mencari makanan yang diperlukan.

Kerana itu kadangkala lewat petang hari ia pulang dengan perut kenyang dan boleh membawa makanan buat keluarganya, tapi kadang² makanan itu cuma cukup buat keluarganya, sementara ia harus "puasa".

Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa² buat keluarganya sehingga ia dan keluarganya harus "berpuasa". Meskipun burung selalu mengalami kekurangan makanan kerana tidak punya rezeki yang tetap, apalagi setelah habitatnya banyak yang dirosakkan manusia, namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri.

Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba² menghantuk kepalanya di batu. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba² menenggelamkan diri ke sungai. Kita tidak pernah melihat ada burung yang memilih meminum racun untuk mengakhiri penderitaannya.

Kita lihat burung tetap optimis akan makanan yang dijanjikan Allah. Kita lihat, walaupun kelaparan, tiap² pagi ia tetap berkicau dengan merdunya. Tampaknya burung menyedari benar bahwa demikianlah hidup, suatu waktu berada di atas & di lain waktu terhempas ke bawah.

Suatu waktu kelebihan dan di lain waktu kekurangan. Suatu waktu kekenyangan & dilain waktu kelaparan.

Sekarang marilah kita lihat haiwan yang lebih lemah dari burung, iaitu cacing. Kalau kita perhatikan, binatang ini seolah² tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup.

Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata & telinga. Tetapi ia adalah makhluk hidup juga & sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati.

Tapi kita lihat, dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa & kecewa untuk mencari makan.

Sekarang kita lihat manusia. Kalau kita bandingkan dengan burung atau cacing, maka sarana yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah jauh lebih canggih.

Tetapi kenapa manusia yang dibekalkan banyak kelebihan ini seringkali kalah dari burung atau cacing?

Mengapa manusia banyak yang putus asa lalu bunuh diri menghadapi kesulitan yang dihadapi?

Padahal rasa²nya belum pernah kita lihat cacing yang berusaha bunuh diri kerana putus asa. Rupa²nya kita perlu banyak belajar banyak dari burung dan cacing.

AYUH...

KITA BERSYUKUR...

ALHAMDULILLAH

0 123 Bingkisan Sahabat:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...